Objek wisata Kabupaten TEBO.

Objek wisata Kabupaten TEBO

Objek wisata Kabupaten TEBO

Objek wisata Kabupaten TEBO

Objek wisata Kabupaten TEBO

Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Kepungo lake objek wisata kabupaten Tebo


Obyek wisata Kepungo Lake yang berada di Desa Balai Rajo, Kecamatan Vll Koto Ilir, Kabupaten Tebo.

Obyek wisata air ini yang di kelola oleh Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) Desa Balai Rajo yang dibangun pada tahun 2018 lalu, memiliki destinasi wisata air dan pemandangan alam, tempat selfi maupun permainan perahu bebek dayung.


Daratannya dikelilingi oleh taman bunga, dan tempat duduk santai para pengunjung dengan panorama alam yang sejuk dan elok dipandang mata.


Semoga kedepan nya akan semakin banyak lagi wahana permainan nya, dan di perbanyak objek tempat berpoto selfi.

Dan kita juga berharap semoga akan ada banyak lagi potensi wisata di kabupaten Tebo yang akan di kembangkan,
Demi kemajuan kabupaten Tebo dan juga bisa meningkatkan tarap hidup masyarakat sekitar lokasi wisata.

Semoga kedepan nya bukan saja tempat wisata yg di kelolah oleh BUMdes saja, kita berharap ada nya pengembang dari pihak swasta atau inpestor untuk ikut andil dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi wisata yang ada di seluruh kabupaten Tebo ini.
Share:

Objek wisata jembatan ratapan ibu payakumbuh


Kota Payakumbuh, 125 km di utara Padang,
Sumatera Barat, punya sebuah jembatan dengan nama unik, Jembatan Ratapan Ibu.

Sebuah nama yang puitis. Namun bukan soal puitisnya maka jembatan tersebut dinamakan seperti itu. Justru karena menjadi saksi bisu peristiwa yang heroik saat dulu pemuda Payakumbuh berjuang mempertahankan kemerdekaan RI yang baru diproklamirkan.

Ketika itu, pada era agresi Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia, sebelum akhirnya Belanda mengakui kedaulatan NKRI, 27 Desember 1949, banyak pemuda yang ditangkap. Para pemuda itu dibariskan di atas jembatan lalu ditembak mati oleh serdadu Belanda dan mayatnya dibuang ke Batang Agam (batang adalah sungai dalam bahasa Minang) yang mengalir di bawah Jembatan itu.

Meskipun tidak begitu terkenal seperti Jembatan Merah di Surabaya, peristiwa bersejarah di Payakumbuh, jelas harus dicatat sebagai pengingat kehebatan para pendahulu kita. Maka, untuk mengenang banyaknya ibu-ibu yang meratapi kematian anaknya yang mayatnya tidak ditemukan, jembatan itu dinamakan dengan Jembatan Ratapan Ibu, yang kemudian dipertegas dengan dibangunnya Tugu Ratapan Ibu di salah satu ujung jembatan, yang terakhir direnovasi pada tahun 1998.

Sayangnya, keberadaan tugu dan jembatan yang karena secara fisik terlihat biasa-biasa saja, seperti tidak memberikan nilai tambah bagi kota Payakumbuh dan sekitarnya.
Namanya tenggelam oleh objek lain yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, seperti Lembah Harau dan Jembatan Kelok Sembilan yang tampilannya mengagumkan.

Memang baru-baru ini pemerintah setempat memasang hiasan cahaya warna warni yang melengkung di atas jembatan itu pada malam hari. Namun itu hanya bisa dinikmati sambil lalu, karena tidak ada area parkir yang memadai dan fasilitas lain yang membuat mereka yang lewat mau singgah .

Apalagi letak jembatan itu di Jalan Ahmad Yani tidak sestrategis Jalan Sudirman yang menghubungkan dua ibukota provinsi, Padang dan Pekanbaru. Agar jembatan bersejarah itu mampu menjadi salah satu daya tarik wisata, perlu dilengkapi dengan anjungan tempat anak muda nyaman berfoto selfie.

Tentu keberadaan area parkir, bangku taman dan tempat penjual makanan atau oleh-oleh harus tersedia pula. Untuk itu tak bisa lain, penataan ulang Tugu Ratapan Ibu perlu dilakukan Pemkot Payakumbuh.

Tak kalah penting pula untuk mengadakan event tertentu dengan mengambil tempat di sekitar jembatan atau tugu tersebut. Misalnya dengan membuat program lari maraton massal seperti "Payakumbuh 10K" dengan mengambil tempat start dan finish di situ.

Payakumbuh sebagai salah satu destinasi wisata di Sumatera Barat, bisa semakin semarak lagi bila Jembatan Ratapan Ibu dibenahi untuk memperbanyak obyek wisata yang layak disinggahi.

Sumber: kompasiana.com
Penulis: Irwan Rinaldi Sikumbang
Share:

Danau sigombak wisata kabupaten Tebo

Danau Sigombak di Desa Jambu, Kabupaten Tebo yang mempunyai Pesona Budaya dan tak luput juga menyimpan keindahan alamnya serta kearifan lokal yang bermacam ragam dan masih dipertahankan,
Penduduknya yang asli bersuku melayu, penduduknya yang juga ramah dan bisa menerima siapa saja yang datang untuk mencari kehidupan baru disini,dan semangat bergotong royong dalam hal acara perkawinan,panen raya,dan mendirikan satu bangunan rumah masih ada dan tetap dipertahankan.

Walupun kita mengharapkan kearifan lokal ini tidak tergeser oleh perkembangan jaman dan waktu,
ketika HaluanNews melewati Desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo, ada satu pemandangan indah yang selama ini tak pernah kami perhatikan dan kami benar benar menemukan satu Danau yang menyimpan seribu pesona, yang diberi nama " Danau Sigombak ",ketika kami menuruni jalan setapak yang memang sudah diberi batu kerikil sampai tepat didepan bangunan disekitar Danau Sigombak ini.

Kami benar benar merasakan ke teduhan dan keindahan Danau ini, luas danau ini memanjang sekitar 9 hektar dan Belasan Keramba ikan terapung menambah ke suasana hati ingin lebih dekat lagi,ratusan bunga teratai air menutupi pinggiran Danau sigombak ini menambah pesona nya yang terpancar.

Bangunan kayu yg dibangun terapung menambah teduhnya suasana, air danau yg jernih dan sekali kali ada nelayan yg melintas menambah kealamian danau ini ,apalagi pada waktu senja,
sekali kali ikan mengintip dari balik airnya yg jernih menjadikan suasana hati ingin duduk berlama lama, apa lagi ditemani kekasih hati pujaan hati...dan haluannews pun tak luput mengabadikan pesona danau ini,ingin rasanya kami berkunjung kedanau ini lebih lama lagi.

Apa lagi ada hutan dengan pohon arau yg besar ditengah danau,dan andai ada jembatan gantung ke hutan itu, sungguh danau ini merupakan potensi wisata lokal dan tidak menutup kemungkinan menjadi objek wisata nasional ,dan menjadi tugas dinas terkait untuk ikut mempromosikannya, dalam ajang pameran wisata nasional maupun internasional, dan semoga danau Sigombak ini menjadi satu Icon wisata kebangga,an masyarakat Tebo kedepan nya.
Share:

Pendukung

Artikel Populer

 
Back to Top